KARIMAH 2 : Karya Islam Dan Dakwah “JAGA HARGA DIRI”

Izzah Muslim: Menjaga Harga Diri dalam Bingkai Takwa

Kegiatan KARIMAH 2 (Karya Islam dan Dakwah) hadir dengan tajuk yang sangat relevan di era modern, yaitu “Jaga Harga Diri.” Program ini mengupas tuntas konsep Izzah (kemuliaan diri) dan Muru’ah (kehormatan) sebagai benteng utama seorang Muslim dalam berinteraksi di masyarakat. Melalui pembahasan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa menjaga harga diri bukan berarti sombong, melainkan bentuk ketaatan dalam menjauhi perilaku yang merendahkan martabat, baik secara lisan, perbuatan, maupun melalui jejak digital. Dengan merujuk pada keteladanan Rasulullah SAW, kajian ini menekankan bahwa kemuliaan sejati tidak terletak pada harta atau status sosial, melainkan pada integritas akhlak dan kemampuan diri dalam menjaga batasan-batasan syariat demi meraih rida Allah SWT.

KARIMAH 1: “Karya Islam Dan Dakwah” BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Pilar Keberkahan: Bakti dalam Bingkai Dakwah

Kegiatan KARIMAH 1 (Karya Islam dan Dakwah) mempersembahkan sebuah kajian mendalam bertajuk “Berbakti kepada Orang Tua” sebagai refleksi atas salah satu ibadah paling mulia dalam Islam. Program ini mengeksplorasi konsep birrul walidain bukan sekadar sebagai kewajiban moral, melainkan sebagai manifestasi nyata dari keimanan yang menghubungkan rida Allah dengan rida kedua orang tua. Melalui pembahasan ini, peserta diajak untuk memahami urgensi memuliakan orang tua di tengah arus modernisasi, serta bagaimana santunnya laku dan ucapan kepada mereka dapat menjadi kunci pembuka pintu-pintu keberkahan hidup dan keselamatan di akhirat. Dengan membedah dalil-dalil Al-Qur’an dan kemuliaan akhlak Rasulullah SAW, kajian ini berupaya menggerakkan hati setiap Muslim untuk menjadikan bakti kepada orang tua sebagai karya nyata dalam berdakwah di lingkungan keluarga.

KARIMAH (Karya Islam & Dakwah)

KARIMAH merupakan wadah dakwah sekaligus ekspresi kreativitas bagi kader HIMAFI. Lewat program ini, kader tidak hanya didorong untuk berkarya, tapi juga memperluas wawasan keislaman—baik untuk diri sendiri, sesama kader, maupun masyarakat umum.

Setiap dua pekan, KARIMAH hadir lewat berbagai karya seperti video, pamflet, dan carousel yang disebarluaskan melalui platform resmi HIMAFI, termasuk Instagram, kanal WhatsApp, grup angkatan, hingga distribusi publik yang lebih luas. Semua konten ini dikemas menarik dan relevan agar mudah dipahami serta dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Lebih dari sekadar konten, KARIMAH juga menyoroti isu-isu aktual—baik di lingkungan kampus, mahasiswa, maupun masyarakat—dari sudut pandang Islam. Harapannya, program ini bisa menjadi ruang refleksi dan respon yang membangun, sekaligus memperkuat kesadaran keislaman di kalangan kader HIMAFI.

“KARIMAH bukan sekadar program rutin, tapi upaya kami menghadirkan dakwah yang hidup dan menginspirasi,” ujar Suardi, Koordinator Kerohanian HIMAFI FMIPA Unhas. “Lewat karya dan gagasan yang dikemas kreatif, kami ingin Islam hadir di tengah kehidupan mahasiswa dengan cara yang relevan, membumi, dan berdampak.”

Berikut beberapa karya islam dan dakwah yang terpublish

KAHFI (Kajian Akhlaq Fiqih & Iman)

KAHFI ketiga kembali dibuka pada Kamis, 1 Mei 2025. Kali ini terbuka untuk seluruh ikhwah dan akhwat, dengan mengangkat tema “Lebaran Done, Ukhuwah On! – Jaga Silaturahmi Bukan Sekadar Tradisi”. Kajian ini dibawakan oleh Kanda Hasnan Sutadi, S.Si, dan dilaksanakan di Mushalla Istiqamah FMIPA Unhas mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai.

Berangkat dari semangat silaturahmi di Idul Fitri, kegiatan ini mengajak peserta untuk tidak berhenti pada ucapan “minal aidin wal faizin”, tapi benar-benar menghidupkan nilai silaturahmi dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan kampus. Bukan hanya ajang bertemu, tapi juga momen saling menguatkan dalam ukhuwah dan dakwah.

KAHFI kali ini diharapkan dapat melengkapi rangkaian kajian khusus ikhwah dan khusus akhwat yang mengusung tema besar “Ramadhan sebagai Momentum Membentuk Karakter Mahasiswa Muslim Produktif.” Harapannya, semangat dan kebiasaan baik yang dirintis selama Ramadhan tidak berhenti ketika lebaran usai, tapi justru menjadi bekal untuk terus bertumbuh — baik dalam ibadah, kontribusi, maupun dalam membangun lingkungan yang suportif dan saling peduli.

Semoga program ini bisa selalu mendapat tempat di hati para kader dan nilainya selalu dibawa kemanapun, meski tidak berada dilingkungan HIMAFI. Kami mengucapkan terimakasih kepada adik-adik, teman-teman dan kanda-kanda yang turut meramaikan program kajian ini.