KEWIRAUSAHAAN BULAN SEPTEMBER : “PRODUKSI ES TEH & ES JERUK DAN MARTABAK MINI, PELAKSANAAN (03 SEPTEMBER 2025 – 27 SEPTEMBER 2025)

Memasuki bulan September 2025, Bidang Kewirausahaan HIMAFI FMIPA UNHAS kembali menjalankan program kerja produktif yang berlangsung intensif dari tanggal 03 September hingga 27 September 2025. Fokus produksi pada periode ini diarahkan pada perpaduan menu yang sangat diminati pasar kampus, yakni Es Teh & Es Jeruk sebagai pelepas dahaga, serta Martabak Mini sebagai camilan praktis. Strategi pemilihan menu ini didasarkan pada kebutuhan mahasiswa akan minuman segar yang ekonomis namun berkualitas, serta kudapan manis-gurih yang cocok menemani aktivitas perkuliahan maupun diskusi organisasi di sore hari.


Selama hampir satu bulan penuh, proses produksi dilakukan dengan standar kualitas yang terjaga untuk memastikan kepuasan konsumen. Martabak Mini disajikan dengan berbagai varian topping menarik yang memberikan sentuhan modern pada jajanan tradisional, sementara lini minuman Es Teh dan Es Jeruk menonjolkan aspek kesegaran alami dengan harga yang sangat kompetitif. Pelaksanaan yang konsisten selama empat minggu ini tidak hanya berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap pemasukan kas HIMAFI, tetapi juga menjadi sarana bagi para pengurus untuk mengasah ketahanan mental, kerja sama tim dalam rantai pasok, serta ketajaman dalam melihat peluang pasar di lingkungan FMIPA UNHAS.

TAZKIYAH : ANTARA AMAR MA’RUF DAN DEMONSTRASI, PELAKSAAN (KAMIS, 18 SEPTEMBER 2025) 25 RABIUL AWAL 1447 H

Pada hari Kamis, 18 September 2025, yang bertepatan dengan momentum sakral 25 Rabiul Awal 1447 H, HIMAFI FMIPA UNHAS menyelenggarakan agenda Tazkiyah dengan mengangkat tema yang sangat relevan dan mendalam: “Antara Amar Ma’ruf dan Demonstrasi”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi spiritual sekaligus diskusi intelektual bagi mahasiswa Fisika untuk membedah batasan serta korelasi antara kewajiban menyeru kepada kebaikan (amar ma’ruf) dengan aksi penyampaian aspirasi di muka umum atau demonstrasi. Di tengah dinamika pergerakan mahasiswa, Tazkiyah hadir sebagai penyejuk sekaligus kompas moral agar setiap tindakan aktivisme tetap berlandaskan pada nilai-nilai etika Islam dan keadaban.


Diskusi ini mengupas tuntas bahwa demonstrasi bukan sekadar aksi turun ke jalan, melainkan salah satu instrumen modern dalam menjalankan prinsip nahi munkar jika dilakukan dengan niat yang lurus dan cara yang santun. Melalui kajian ini, peserta diajak untuk memahami bahwa menyuarakan keadilan adalah bagian dari integritas seorang muslim, namun harus tetap menjaga esensi tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) agar tidak terjebak dalam anarki atau kepentingan sesaat. Penyelenggaraan yang bertepatan dengan bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW ini diharapkan mampu menginspirasi kader HIMAFI untuk meneladani keberanian Rasulullah dalam menegakkan kebenaran dengan cara yang paling bijaksana (hikmah).

KEWIRAUSAHAAN BULAN AGUSTUS : “PRODUKSI PISANG NUGGET DAN KOPI DALGONA , PELAKSANAAN ( 14 AGUSTUS 2025 – 29 AGUSTUS 2025)

Sepanjang bulan Agustus 2025, Bidang Kewirausahaan HIMAFI FMIPA UNHAS kembali menunjukkan produktivitasnya melalui program kerja yang berlangsung dari tanggal 14 Agustus hingga 29 Agustus 2025. Pada periode ini, fokus utama dialokasikan pada produksi dua menu populer yang memiliki daya tarik tinggi di kalangan mahasiswa, yaitu Pisang Nugget dan Kopi Dalgona. Kombinasi antara camilan buah yang diolah secara modern dengan minuman kopi bertekstur creamy ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mahasiswa di sela-sela aktivitas akademik yang padat.


Pelaksanaan yang berlangsung selama dua minggu ini melibatkan proses produksi yang konsisten dan manajemen stok yang teratur. Pisang Nugget disajikan dengan berbagai varian topping kekinian untuk memberikan nilai tambah pada bahan pangan lokal, sementara Kopi Dalgona menawarkan sensasi minuman premium dengan harga yang terjangkau bagi kantong mahasiswa. Melalui kegiatan ini, HIMAFI tidak hanya berhasil mengoptimalkan perputaran kas organisasi, tetapi juga memberikan pengalaman praktis bagi para pengurus dalam hal manajemen waktu, kontrol kualitas produk, dan teknik pemasaran yang persuasif di tengah suasana kemerdekaan.

HIMAFI SPEKTRA : BIDANG DANA DAN KESEKRETARIATAN (17 AGUSTUS 2025)

Tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 pada 17 Agustus 2025, Bidang Dana dan Kesekretariatan HIMAFI SPEKTRA FMIPA UNHAS melaksanakan aksi kolaboratif yang mengintegrasikan semangat patriotisme ke dalam penguatan internal organisasi. Dalam momentum ini, Bidang Kesekretariatan melakukan pembenahan administrasi dan inventarisasi sekretariat guna menciptakan ruang kerja yang lebih sistematis dan nyaman, mencerminkan identitas HIMAFI yang tertata. Transformasi fisik dan administratif ini bertujuan untuk mendukung efektivitas kinerja pengurus dalam menjalankan roda organisasi ke depannya.


Sejalan dengan upaya tersebut, Bidang Dana memanfaatkan antusiasme perayaan HUT RI dengan menjalankan strategi fundraising yang inovatif. Melalui penggalangan dana kreatif, bidang ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan modal organisasi, tetapi juga mempererat hubungan sosial antaranggota dan masyarakat sekitar kampus. Sinergi antara tata kelola sekretariat yang rapi serta kemandirian finansial yang kuat pada tanggal 17 Agustus ini menjadi simbol kemerdekaan bagi HIMAFI SPEKTRA untuk terus berkarya secara berdikari dan profesional.

KEWIRAUSAHAAN BULAN JULI: PRODUKSI BANANA ROLL DAN LUMPIA BAKSO MERCON PELAKSANAAN (21 Juli 2025 dan 30 Juli 2025)

Deskripsi Kegiatan Kewirausahaan HIMAFI

Pada bulan Juli 2025, Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) FMIPA UNHAS sukses menyelenggarakan program kerja kewirausahaan yang berfokus pada inovasi kuliner kekinian. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap produksi, yakni pada 21 Juli 2025 dan 30 Juli 2025, dengan menghadirkan dua menu utama: Banana Roll dan Lumpia Bakso Mercon. Pemilihan menu ini didasarkan pada riset pasar terhadap tren camilan mahasiswa yang menyukai perpaduan rasa manis yang legit serta sensasi pedas yang menggugah selera.


Proses produksi dilakukan secara kolektif oleh pengurus dengan mengedepankan kualitas bahan dan kebersihan produk. Banana Roll hadir sebagai pilihan takjil atau camilan manis dengan tekstur renyah di luar dan lumer di dalam, sementara Lumpia Bakso Mercon menjadi primadona bagi pecinta kuliner pedas berkat isian bakso yang diolah dengan bumbu cabai spesial. Melalui dua kali masa produksi ini, HIMAFI tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kas organisasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa Fisika dalam mengasah jiwa entrepreneurship, mulai dari manajemen modal, proses pembuatan, hingga strategi pemasaran langsung kepada konsumen di lingkungan kampus.

KARIMAH 11 : Karya Islam Dan Dakwah “MUSIBAH SEBAGAI PENGINGAT UNTUK BERTAKWA”

Musibah: Teguran Kasih Sayang Menuju Takwa

Dalam perspektif Islam, musibah bukanlah bentuk kebencian Sang Pencipta, melainkan sebuah alarm spiritual yang berfungsi untuk membangunkan jiwa dari kelalaian. Ketika dunia mulai menyilaukan mata dan membuat manusia lupa akan hakikat penciptaannya, musibah hadir sebagai interupsi yang memaksa kita untuk berhenti sejenak dan menoleh kembali kepada Allah. Melalui kesulitan tersebut, seorang mukmin diajak untuk menyadari kelemahan dirinya dan kemahaperkasaan Allah, yang pada akhirnya akan melahirkan kerendahan hati—sebuah fondasi utama dalam struktur ketakwaan.

Dalam konteks Karya Islam dan Dakwah, memandang musibah sebagai pengingat berarti mengubah duka menjadi energi transformatif. Setiap ujian adalah momentum untuk memperbarui niat, memperkuat sabar, dan memperhebat tawakal. Musibah menjadi filter yang memisahkan antara pengakuan iman yang lisan dengan keyakinan hati yang murni. Dengan memahami bahwa setiap ketetapan Allah mengandung hikmah pembersihan dosa, seorang hamba tidak akan terpuruk dalam keputusasaan, melainkan justru semakin giat memperbaiki diri (bela diri spiritual) untuk mencapai derajat muttaqin yang sesungguhnya.

KARIMAH 10 : Karya Islam Dan Dakwah “ALLAH MENCINTAI ORANG YANG SABAR”

Esensi Kesabaran dalam Pandangan Islam

Sabar bukanlah bentuk kepasrahan yang pasif, melainkan sebuah kekuatan jiwa yang aktif dalam menghadapi dinamika kehidupan. Dalam bingkai KARIMAH 10, konsep “Allah mencintai orang yang sabar” menegaskan bahwa setiap ujian—baik berupa kesulitan, godaan maksiat, maupun lelahnya menjalankan ketaatan—merupakan sarana bagi seorang hamba untuk naik tingkat di sisi Penciptanya. Cinta Allah kepada mereka yang sabar dibuktikan melalui penyertaan-Nya yang khusus, sebagaimana janji-Nya bahwa Dia senantiasa bersama mereka yang mampu menahan diri dan tetap teguh di jalan kebenaran.

Kesabaran dalam berdakwah dan berkarya (Karya Islam dan Dakwah) menjadi fondasi utama agar pesan-pesan kebaikan dapat diterima dengan jernih. Tanpa kesabaran, sebuah karya akan kehilangan ruhnya, dan dakwah akan mudah goyah saat menghadapi penolakan. Mencintai kesabaran berarti memahami bahwa hasil akhir adalah hak prerogatif Allah, sementara tugas manusia hanyalah berikhtiar dengan gigih dan hati yang lapang. Ketika seorang mukmin mampu menjadikan sabar sebagai pelitanya, maka ia tidak hanya mendapatkan ketenangan batin, tetapi juga meraih predikat sebagai kekasih Allah yang kemuliaannya diabadikan dalam Al-Qur’an.


“Sabar memiliki kedudukan dalam iman seperti kedudukan kepala bagi tubuh. Jika kepala dipotong, maka matilah tubuh tersebut.” — Sayyidina Ali bin Abi Thalib

KARIMAH 9 : Karya Islam Dan Dakwah “AMANAH DI ZAMAN FITNAH : TETAPLAH TEGUH”

Simfoni Ilahi: Allah Merancang Waktu, Takdir Menentukan Kisah

Kegiatan KARIMAH 8 (Karya Islam dan Dakwah) hadir sebagai oase spiritual yang mengupas tuntas hakikat tawakal melalui tema mendalam, “Allah Merancang Waktu, Takdir Menentukan Kisah.” Program ini mengajak peserta untuk menyelami rahasia di balik setiap ketetapan Allah, di mana tidak ada satu pun peristiwa yang terjadi secara kebetulan, melainkan melalui rancangan waktu yang paling presisi. Melalui pembahasan ini, kita diajak untuk memahami bahwa keterlambatan sebuah doa yang terkabul atau perubahan rencana hidup yang mendadak bukanlah sebuah kegagalan, melainkan bagian dari skenario terbaik yang sedang dirajut oleh Sang Maha Perencana. Dengan merujuk pada konsep iman kepada Qada dan Qadar, kajian ini berupaya menumbuhkan kelapangan hati agar setiap Muslim mampu berdamai dengan masa lalu, bersyukur di masa kini, dan optimis menatap masa depan, karena setiap penggalan kisah hidup kita telah dituliskan dengan tinta kasih sayang-Nya.

KARIMAH 8 : Karya Islam Dan Dakwah “ALLAH MERANCANG WAKTU, TAKDIR MENENTUKAN KISAH”

Simfoni Ilahi: Allah Merancang Waktu, Takdir Menentukan Kisah

Kegiatan KARIMAH 8 (Karya Islam dan Dakwah) hadir sebagai oase spiritual yang mengupas tuntas hakikat tawakal melalui tema mendalam, “Allah Merancang Waktu, Takdir Menentukan Kisah.” Program ini mengajak peserta untuk menyelami rahasia di balik setiap ketetapan Allah, di mana tidak ada satu pun peristiwa yang terjadi secara kebetulan, melainkan melalui rancangan waktu yang paling presisi. Melalui pembahasan ini, kita diajak untuk memahami bahwa keterlambatan sebuah doa yang terkabul atau perubahan rencana hidup yang mendadak bukanlah sebuah kegagalan, melainkan bagian dari skenario terbaik yang sedang dirajut oleh Sang Maha Perencana. Dengan merujuk pada konsep iman kepada Qada dan Qadar, kajian ini berupaya menumbuhkan kelapangan hati agar setiap Muslim mampu berdamai dengan masa lalu, bersyukur di masa kini, dan optimis menatap masa depan, karena setiap penggalan kisah hidup kita telah dituliskan dengan tinta kasih sayang-Nya.

KARIMAH 7 : Karya Islam Dan Dakwah “ALLAH TAHU BATAS KUATMU”

Resiliensi Iman: Allah Tahu Batas Kuatmu

Kegiatan KARIMAH 7 (Karya Islam dan Dakwah) hadir sebagai penyejuk hati dan penguat jiwa melalui tema yang sangat menyentuh, yaitu “Allah Tahu Batas Kuatmu.” Program ini mengupas tuntas janji Allah SWT dalam Al-Baqarah ayat 286, bahwa setiap beban hidup dan ujian yang menerpa seorang hamba telah diukur dengan presisi sesuai dengan kapasitas pundaknya. Melalui pembahasan ini, peserta diajak untuk mengubah sudut pandang dalam menghadapi kesulitan—bukan sebagai beban yang menghimpit, melainkan sebagai proses validasi atas kekuatan iman yang dimiliki. Dengan merujuk pada kisah-kisah kesabaran para nabi, kajian ini menekankan bahwa rasa lelah adalah manusiawi, namun keputusasaan bukanlah pilihan bagi seorang Muslim, karena di balik setiap titik nadir, terdapat pertolongan Allah yang amat dekat bagi mereka yang bertawakal